Poker BandarQ

Dominoqq

Bandar Kiu

Agen Taruhan Bola

Home / Perawan / Cerita Sex Bareng Ibu Guru Rani Di Rumah

Cerita Sex Bareng Ibu Guru Rani Di Rumah

Cerita Sex, Cerita Dewasa Nyata, Bu Guru Rani, Cerita Perawan, Cerita Dewasa, Cerita Sex Abg, Cerita Sex Bareng Ibu Guru Rani Di Rumah  – Perkenalkan namaku Rani umurku 25 tahun, aku pengajar untuk home school di kota Jakarta. Home schooling adalah program pembelajaran secara private di rumah, sehingga murid tidak perlu keluar rumah seperti sekolah pada umumnya.

Cerita Sex Bareng Ibu Guru Rani Di Rumah

Cerita Sex Bareng Ibu Guru Rani Di Rumah

Awal kisahku, bermula aku punya murid bernama Nia, dia anaknya baik dan pendiam. Ibunya sudah meninggal karena sakit keras 2 tahun yang lalu. Nia sangat akrab dengan aku sudah seperti anak sendiri, Dia banyak cerita perihal tentang dirinya. Nia tinggal bersama papanya namanya Pak Tova.

Minggu ini Nia berencana untuk liburan ke Villa papanya di puncak. Nia mengajakku serta ikut dengannya. Pukul 8 pagi kami berangkat menuju puncak dengan menggunakan mobil pribadi Pak Tova. Kami bertiga sampai di puncak pukul 12 siang perjalanan sedikit terlambat karena jalanan macet.

Sesampai di puncak kami disambut udara yang sangat menyegarkan membuat capek selama diperjalanan jadi hilang.

Di Villa kami melakukan hal yang membuat hati terhibur. Hingga malampun tiba, Nia sudah sangat mengantuk dan memintaku untuk menemaninya tidur. Sebelum aku pergi ke kamar Nia, Pak Tova memanggilku,

“Maaf Bu Rani, bias minta waktu sebentar setelah Nia tidur?” tanyanya.

“Oh iya pak” jawabku.

Setelah Nia tertidur lelap aku pun segera menemui Pak Tova, saat itu Pak Tova sedang membaca di ruang makan sambil menungguku.

“Selamat malam Pak Tova” sapaku.

“Malam juga Bu Rani, silakan duduk” jawabnya sambil menarik kursi makan.

“Gimana Bu, hari ini capek gak?” Tanya Pak Tova membuka pembicaraan.

“Lumayan Pak, hehehe…ohya bapak mau minum teh hangat, biar aku buatkan…” kataku.

“Oya Bu, cocok banget itu apalagi cuacanya dingin begini,hehehe” timpanya.

“Maaf Pak Tova panggil saya Rani saja, saya lebih nyaman dengan panggilan itu” kataku sambil berjalanan menuju dapur untuk membikin teh hangat.

“Siap Rani..hehhee”

Teh hangat telah siap di meja makan dimana kita mengobrol. Pak Tova orangnya pandai merangkai pembicaraan yang menarik, sehingga tak terasa malam sudah larut dan hawa dingin semakin menusuk ke dalam kulit. Karena sudah kehabisan bahan untuk mengobrol maka kita berdua sepakat untuk mengakhiri obrolan kita malam itu.

Tak tahu siapa yang memulai dulu, tiba-tiba kami saling berpelukan. Hangat pelukan membuat kita terbawa akan suasana malam yang dingin itu. Pak Tova membopongku masuk ke dalam kamarnya. Dengan lembut dia menciumi dan melumat bibirku, sehingga aku dibuat melayang. Lidah kami saling berpautan.

Tangan Pak Tova mulai membuka kancing kemejaku satu per satu hingga terlihat BHku. Pak Tova menjilati leherku sampai ke telinga hingga membuat aku semakin bernafsu. Hembusan nafas Pak Tova membuatku melayang tinggi, hingga membuatku lupa akan apa yang sedang terjadi.

Tangan Pak Tova melepas menggait BHku. Dia mulai menjilati putingku secara bergantian, sontak membuat tubuhku seperti kena sengatan listrik. Lidahnya berputar mengelilingi putingku membuatku semakin bernasfu dan membuatku mendesah panjang.

Sambil tangannya melepas celana dan CDku yang kukenakan dia meremas-remas memekku yang sudah basah. Jarinya dimasukkan ke dalam lubang memekku dan mengoyak isi dalam memekku. Dikocoknya pelan jarinya ke dalam memekku.

“Aaahhh….enak Paaakk…” erangku keenakan.

Pak Tova tak menghiraukan desahanku, dia mulai menjilati seluruh tubuhku sambil tangannya meremas toketku. Permainan Pak Tova semakin menggila, dia menjilati memekku dengan liarnya. Sampai-sampai aku merasa ingin kencing apakah itu yang dinamakan orgasme? Tubuhku terasa bergetar dan menggelinjang merasakan nikmat untuk yang pertama kalinya.

“Sssthhhh…aahhhh…”

Pak Tova tersenyum puas bias membuat aku klimaks untuk yang pertama kalinya dalam hidupku. Dia lalu melepas semua pakain yang menempel pada tubuhnya. Bentuk tubuhnya kelihatan seksi saat dia telanjang dengan kontol besar mengacung di depanku. Dengan naluriku aku langsung meraih batang kontolnya dan menjilatinya dengan liar.

“Arrghhh Rani,,,aahhh enak saying, teruuuss…”desahnya menikmati setiap jilatanku. Kujilati dan kuhisap lubang yang ada di kepala kontolnya, dia menggelinjang keenakan. Terus kukulum batang kontolnya hingga menyodok tenggorokanku, hingga aku tersedak kehabisan nafas.

Tak lama kemudian Pak Tova mencabut kontolnya dari mulutku dan berbisik padaku,

“Kita masukan aja yuk biar tambah nikmat”. Dia lalu menindih tubuhku. Perlahan dia gesek-gesekan kepala kontolnya ke bibir memekku yang sudah basah karena cairan spermaku yang kutumpahkan tadi.

Dia mencoba untuk memasukan batang kontolnya ke dalam lubang memekku, aku menjerit kesakitan

“Aduuh Paaak pelan-pelan sakiit…aku masih perawan”

“Oh ya maaf, tahan sedikit ya nanti juga enak kog” katanya merayuku sambil terus mencoba menjebol keperawananku.

Pak Tova terus menekan batang kontolnya agar masuk ke dalam memekku. Dan akhirnya “ Bleesss, sleeepp..sleeppp…”

Pak Tova mengenjotkan pelan kontolnya sambil bibir kami saling melumat. Genjotan Pak Tova benar-benar sangat nikmat sampai-sampai aku tak tahan lagi dan mencapi klimaksku untuk yang kedua kalinya

“Aaaaahhh..ooohhh…aku keluar lagi pak..enaaak…” erangku merasakan nikmat surga dunia. Genjotan Pak Tova pun

semakin dipercepat. Kuimbangi dengan menjepit batang kontolnya dan menggoyang pinggulku. Dia merasa kalau kontolnya seperti dicengkeram memekku.

Genjotanya pun semakin cepat dan cepat lagi sambil mulutnya melumat habis putingku. Dan sesaat kemudian badan Pak Tova mengejang dan menekan lebih dalam kontolnya ke dalam memekku sambil menjerit nikmat.

“Aaarghhhh yeessss….” Cairan hangat menyemprot ke dalam memekku. Dia langsung merasa lemas dan menindih tubuhku, tak lama kemudian perlahan dia mencabut batang kontolnya dari memekku dan diarahkan ke mulutku.

Kujilati sisa sperma yang menempel pada kepala kontolnya sampai bersih.

Dan akhirnya kita tidur saling berpelukan setelah melakukan permainan sex yang sangat istimewa. Kami saling berciuman dan mengucapkan terima kasih untuk malam yang indah. Setelah itu aku segera ke kamar mandi dan bergegas kembali ke kamar Nia untuk tidur di dekatnya kembali sampai pagi tiba.

Cerita Sex, Cerita Dewasa Nyata, Bu Guru Rani, Cerita Perawan, Cerita Dewasa, Cerita Sex Abg, Cerita Sex Bareng Ibu Guru Rani Di Rumah

About admin

Check Also

Cerita Seks Bersama Pembantu yang masih perawan sampai ketagihan

Cerita Seks Bersama Pembantu yang masih perawan sampai ketagihan Cerita ini bermula ketika aku sedang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: